APLIKASI PELAKSANAAN 3 ( Tiga ) Pilar PEMASYARAKATAN secara Utuh di Lapas Narkotika Jakarta

12 April 2010

Pada Bulan April 2010 ini di Lapas Narkotika Jakarta diadakan beberapa kegiatan yang merupakan pelaksanaan yang utuh dari 3 Pilar Pemasyarakatan sbb :

1. Tanggal 6 – 9 April 2010 ( TRAINING ESQ untuk INSAN PEMASYARAKATAN )

 Training ESQ ini diikuti oleh 600 peserta, terdiri dari 450 WBP dan 150 Petugas Lapas Narkotika, acara dimulai tanggal 6 April s/d 7 April untuk angkatan ke I ( 300 peserta ) dan dibuka oleh Kakanwil Kemenhukham DKI Jakarta, Bapak Bambang Rantam, dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa Training ESQ( Emotion, Spiritual Quotion) ini adalah salah satu metode untuk membentuk Karakter Insan Pemasyarakatan, untuk mengenal Tuhan yang Maha Esa dalam dirinya masing-2, dimana segala Kebesaran Nama Allah yang 99 itu ada dalam setiap diri manusia, tinggal bagaimana manusia itu mengasah, memahami dan melaksanakannya dalam setiap aspek kehidupannya.

Dan pada acara penutupan, Pendiri Training Model ESQ, yaitu Bapak Ary Ginanjar Agustian sempat memberikan penyegaran dalam acara ini, yang kemudian acara ditutup secara resmi oleh Menteri Hukum dan Ham RI, Bapak Patrialis Akbar pada tanggal 9 April 2010 Jam 18.30 WIB

2. Tanggal 9 April 2010 ( jam 18.10 s/d jam 18.50), Sholat Magrib bersama di Mesjid Darus As’Syifa Lapas Narkotika Jakarta dan Peluncuran Buku ASMA UL’ HUSNA

Diguyur Hujan lebat dan angin kencang, tidak membuat padam semangat para insan Pemasyarakatan untuk tetap melaksanakan acara demi acara pada tanggal 9 April ini, dari tempat acara Training ESQ, bapak menteri hukum dan ham RI beserta jajarannya, berjalan menuju ke mesjid, untuk melakukan sholat magrib berjamaah dan sekaligus melakukan peluncuran buku ASMA UL’HUSNA yang ditulis oleh para petugas yang telah mengikuti Training ESQ, dalam sambutannya Bapak Menteri menginginkan agar para petugas Pemasyarakatan dan para WBP, memahami arti nama-nama Kebesaran Allah dan juga meminta agar mengaplikasi setiap Nama-2 Kebesaran Allah, dalam bertindak untuk melaksanakan tugas dan kehidupan masing sebagai hamba Allah.

3. Tanggal 9 April 2010 (jam 19.00 s/d jam 20.00), Acara Program Kemitraan dengan Dunia Usaha dalam Rangka Pemberdayaan Narapidana Terampil Mandiri dan Penanda Tanganan Prasasti Pusat Promosi Hasil Karya Narapidana ( KAYNA ).

Acara ini dikemas sangat profesional oleh Kalapas Narkotika Jakarta, Bapak Ibnu Chuldun beserta panitia yang ditunjuk , terkesan santai, mengalir tetapi mengenai pada maksud dan tujuannya, dimana pada awalnya ( informasi Ajudan bapak Menhukham hanya tersisa waktu 15 menit ), tetapi informasi ini tidak menyurutkan niat dari panitia, karena hampir 90% undangan yang terdiri dari unsur pemasyarakatan, unsur Kementerian Pekerjaan Umum, Dunia Usaha dan Kadin Indonesia telah hadir pada acara ini, Acara ini bermaksud menyampaikan beberapa poin-poin penting kepada para Undangan yang hadir dengan menampilkan Slide presentasi dari setiap para pemberi sambutan atau pembicara, dalam acara ini tidak ada pembawa acara, tetapi langsung dibawakan oleh Bapak Ibnu Chuldun sebagai Host,

beliau menampilkan apa yang telah dilakukan selama ini dilapas narkotika Jakarta, sejak mulai Pelatihan tenaga kerja Konstruksi oleh Instrukstur dari Kementerian Pekerjaan Umum RI, Bincang Usaha dengan mengundang para Pengusaha dan Ketertarikan dunia Usaha pada SDM WBP terampil mandiri yang bersertifikat yang pada akhirnya menawarkan Kerjasama sosial Pemberdayaan Narapidana di proyek-proyek mereka.

Mulai dari Pembuatan Kusen, Pintu Kayu dan Pembuatan Rumah di Graha Cibubur View, Pembuatan Pagar dan Pemasangan Atap di RSUD Cibinong, yang masih berlanjut sampai dengan sekarang. Kemudian sebagai Host, Bapak Ibnu Chuldun meminta respon dari dunia usaha terhadap apa yang telah disampaikan, ternyata dunia usaha sangat tertarik dan tetap ingin bekerjasama dengan Lapas Narkotika Jakarta, bahkan PT. Pembangunan Perumahan sebagai Representatif BUMN yang diundang, pada malam itu juga menghibahkan sebuah bangunan Pusat Promosi kepada Lapas Narkotika Jakarta.

dan sebagai pembicara terakhir adalah wakil dari KADIN INDONESIA, yang menyatakan dan berjanji akan mengajak para pengusaha untuk bekerjasama dengan lapas, dalam rangka menjadikan Lapas Produktif. Alhamdullilah….. ternyata pernyataan dunia Usaha disambut dengan antusias oleh Menkumham, Bapak Patrialis Akbar dalam sambutan penutupnya, beliau mengatakan apa yang saya cita-2kan ini bukanlah hanya angan-2 ternyata dapat dilaksanakan, yaitu menggandeng dunia usaha untuk menciptakan Lapas yang produktif.

Dengan gayanya yang humanis beliau meminta KADIN INDONESIA mengumpulkan para pengusaha-2 besar untuk bersama-sama menghadap Bapak Presiden, dalam rangka menciptakan Lapas Industri dan Produktif dengan memanfaatkan SDM dari Narapidana, beliau sangat memperhatikan nasib narapidana, bahkan tentang Jasa Upah Narapidana, beliau menginginkan agar upah narapidana dapat diterima 100% oleh WBP, sedangkan PP no.38 tahun 2009, yang mengharuskan 100% upah narapidana disetorkan kepada pemerintah sebagai PNBP, agar dicabut dan akan dikoordinasikan pada tingkat menteri, karena menurut beliau, sangatlah tidak layak seseorang yang telah menderita dan masih harus menanggung kehidupan keluarganya, pada saat bekerja didalam lapas, malah dipotong 100%, Maka dimintalah pada jajarannya, yaitu Ditjenpas dan Kakanwil Hukham DKI Jakarta untuk hari Senin pagi telah memberikan “ Telaah tentang Upah Narapidana”, yang akan beliau sampaikan pada Presiden dan kepada Bapak Ibnu Chuldun, diminta untuk memperbanyak ‘BOOKLET-Profil LAPAS NARKOTIKA JAKARTA”, karena akan beliau bagi-2kan kepada menteri-2 terkait dan para anggota DPR-RI

4. Tanggal 12 April s/d 13 April 2010, Kunjungan Keluarga ‘KONTAK LANGSUNG”, bagi WBP di Lapas Narkotika Jakarta.

Kunjungan Keluarga “Kontak Langsung” adalah bentuk penghargaan kepada WBP yang diberikan 2 hari sekali dalam setiap bulan, karena Lapas Narkotika adalah Lapas Khusus dengan Maximum Security, maka kunjungan keluarga setiap hari tidak dapat bertemu dengan bertatap muka secara langsung, tetapi dibatas oleh kaca, untuk itulah maka penghargaan ini diberikan karena semua WBP mau mengikuti tertib disiplin dan mengikuti jadwal kegiatan pembinaan rutin yang diadakan di Lapas Narkotika Jakarta.

3 (tiga) buah tenda besar digelar di Lapangan, agar keluarga yang berkunjung dan WBP dapat menikmati pertemuan dengan sanak keluarganya secara layak, nikmat dan dihibur oleh Band WBP sendiri. 2 ( dua ) anjing pelacak bantuan dari Kepolisian, ikut membantu memeriksa barang bawaan para pengunjung, walaupun terkesan angker, tidak menyurutkan niat para sanak keluarga untuk mengunjungi WBP keluarganya, karena mereka hanya mempunyai 1 (satu) niat yaitu bersilaturahmi, baik dengan anak, bapak atau suaminya. Tetapi bagi yang coba-2 menyelundupkan barang-2 bawaan yang jelas terlarang,maka 2 anjing pelacak ini menjadi terkesan angker dan akan menyurutkan niat mereka untuk berbuat yang melanggar hukum.

Inilah urutan acara yang merupakan APLIKASI PELAKSANAAN 3 (TIGA) PILAR PEMASYARAKATAN, petugas pemasyarakatan, narapidana dan masyarakat bersama-sama dalam satu kesatuan yang utuh saling mengisi, bahu membahu melaksanakan sistim pemasyarakatan dalam rangka pembinaan manusia yang saat ini sedang salah jalan, agar dapat berbuat baik kembali dan taat hukum, GRIYA WINAHYA JAMNA MIWARGA LAKSA DHARMESTI….

Bravo Lapas Narkotika Jakarta… selamat berkarya dalam pengabdian dan dalam satu tekad membangun citra. ( team website AWD )

Read More...

BINCANG USAHA, Presentasi Program Pelatihan dan Pemberdayaan Narapidana bidang jasa konstruksi Lapas Narkotika Jakarta dengan Dunia Usaha Industri Jasa Konstruksi

06 November 2009


Dengan Semangat Hari Pahlawan, maka pada tanggal 5 Nopember 2009, Lapas Narkotika Jakarta mengadakan Bincang Usaha dengan Dunia Usaha Industri Jasa Konstruksi, sebagai wujud dari aplikasi Sistim Pemasyarakatan, yaitu Menyelaraskan secara harmonis hubungan 3 Pilar Pemasyarakatan ( PETUGAS, NARAPIDANA dan MASYARAKAT ),
Pengusaha yang datang sbb :
1. PT. Pembangunan Perumahan ( Persero ) sbg representatif BUMN
2. PT. Widya Satria Kontraktor
3. PT. Surya Mutiara Perkasa - Developer dan Real Estate
4. Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi Jatim

dan beberapa pengusaha lainnya, acara dibuka dengan presentasi Kalapas Narkotika Jakarta Bapak Ibnu Chuldun, yang menjelaskan bahwa saat ini sedang berlangsung Pelatihan Operator Tower Crane, Pelatihan Tukang Kayu dan Batu yang dilaksanakan bersama-sama dengan BPK-SDM Departemen PU, Pelatihan ini diharapkan akan memberikan ketrampilan kompetensi bagi WBP, sehingga setelah keluar nanti mereka mendapatkan bekal ketrampilan yang dapat bersaing dengan tenaga kerja konstruksi yang berada diluar.

Dan bagi WBP yang sedang menjalankan Program Asimilasi, Pemberdayaan WBP akan memberikan income berupa insentif/upah yang disimpan sebagai Tabungan Mandiri dan akan diberikan apabila WBP yang bersangkutan bebas, dimana 50% akan merupakan PNBP ( Pendapatan Negara Bukan Pajak ) yang langsung disetorkan ke Pemerintah.

Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan tanggapan para pengusaha bidang Industri Jasa Konstruksi, dimana secara mengejutkan ternyata presentasi program tersebut mendapatkan tanggapan yang sangat positip dari para pengusaha, mereka mengharapkan program tersebut dapat berlaku diseluruh lapas di Indonesia, sehingga mereka akan lebih mudah melakukan rekruitmen tenaga kerja trampil bersertifikat, karena proses seleksi dan assesment dapat dilakukan oleh LAPAS berdasarkan permintaan dari para pengusaha.

Pada Hari itu juga PT. SURYA MUTIARA PERKASA dan PT. WIDYA SATRIA menawarkan program kerjasama sosial kemitraan untuk pemberdayaan narapidana, dan acara kemudian dilanjutkan peninjauan pelatihan pertukangan, sarana Balai Latihan Kerja dan Rencana Pembangunan Show Room KAYNA ( Pusat Promosi Hasil Karya Narapidana ), khusus untuk rencana pembangunan Pusat Promosi ini mendapatkan tanggapan positif dari PT. Pembangunan Perumahan ( PT.PP ), PT. PP bersedia membiayai pembangunan show room tersebut dengan menggunakan dana CSR nya ( Corporate Sosial Responsibility ).

Direktur Utama PT.PP bapak Musyanif mengatakan, Kami mendukung program promosi ini, agar masyarakat diluar menjadi tahu terhadap proses pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Narkotika Jakarta, dan dengan adanya PUsat Pomosi maka masyarakat luar dapat secara langsung mengetahui hasil produksi dan kreatifitas narapidana.

Alhamdullilah respon positif para pengusaha terhadap pemberdayaan narapidana pada khususnya di bidang jasa konstruksi mendapat tanggapan yang responsif, semoga Lapas narkotika Jakarta dan demikian juga lapas-lapas lain di Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan mulai berani memamerkan atau mempresentasikan program-2 pembinaan kepada masyarakat luar pada umumnya dan pada dunia usaha terkait pada khususnya.

JAYA LAPAS NARKOTIKA dan TETAP SEMANGAT




Read More...

Peningkatan Pelatihan dan Pemberdayaan Narapidana pada Bidang Konstruksi di Lapas Narkotika Jakarta

16 Oktober 2009


Menindak lanjuti MOU BPK-SDM Departemen Pekerjaan Umum dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,perihal Peningkatan Pelatihan dan Pemberdayaan Narapidana, tanggal 17 agustus 2009, dan penunjukkan Lapas Narkotika Jakarta sebagai Pilot Project pelaksanaaan proyek tersebut diatas, maka bersama ini pula kami melaporkan urutan aktivitas kegiatan yang telah kami lakukan sebagai berikut :

1. PELATIHAN OPERATOR TOWER CRANE ( 12 Oktober – 16 Nopember 2009 )

  • Pembentukan Koordinator Pelaksana Tugas Pelatihan
  • Pada bulan September 2009, telah diberitahukan kepada semua warga binaan melalui pengumuman resmi tertulis yang ditempel pada papan pengumuman setiap blok
  • Pendaftaran Nama Calon Peserta ( 30 orang )
  • Penyaringan pada 30 orang para calon Peserta berdasarkan :
i. Penelurusan Minat dan Bakat ybs
ii. Pemeriksaaan Syarat-2 Administrasi Subtantif
iii. Test Kesehatan

  • Test Assesment pada 21 orang yang lulus Penyaringan ( 1 s/d 7 Okt 2009 ):
i. Tes Teknik Dasar tertulis
ii. Psychotest
iii. Sidang Litmas TPP ( persyaratan asimilasi atas 2/3 masa pidana yang telah dijalankan oleh warga binaan )
Dari hasil Assesment test terdapat 10 orang yang memenuhi semua persyaratan untuk mengikuti Pelatihan Operator Tower Crane ( sebagaimana terlampir )

  • Pembengkalan Mental Peserta oleh Kadivpas Dekhukham, Kanwil DKI Jakarta ( foto sebagai laporan terlampir )
  • Pemberangkatan Peserta Pelatihan Tower Crane oleh Kalapas Narkotika Jakarta dan pengawalan dilakukan secara internal oleh petugas lapas narkotika jakarta dan bersama-sama dengan pengawalan external dari pihak kepolisian polsek Jatinegara-Jakarta


2. PELATIHAN TUKANG PEMULA (KAYU & BATU) ( 19 Oktober – 21 Nopember 2009 )

  • Hal ini juga merupakan tindak lanjut MoU diatas, yang mana kami diminta Mengajukan Rencana Program Lanjutan dalam bentuk proposal terlampir.
  • Sebagaimana urutan seleksi diatas dari 43 calon peserta, telah terseleksi sebanyak 25 peserta, dan dalam Assesment test yang kami lakukan selanjutnya, terseleksi secara final 18 orang peserta sebagaimana terlampir
  • Pada Tanggal 12 Oktober atas pengajuan Proposal Pelatihan Pertukangan kepada BPK-SDM Departemen PU dan Ditjenpas c/q Tim Teknis Dir Latkerpro, pihak BPK-SDM menyetujui pelatihan tersebut diadakan pada tanggal 19 Oktober 2009 yang akan datang dengan syarat bahan-2 kerja, transportasi dan konsumsi peserta sebanyak 18 orang ditanggung oleh pihak Lapas Narkotika Jakarta, sebagai konsekwensi logis ada percepatan program dengan dasar pertimbangan market pihak ke III yang segera membutuhkan dan mempekerjakan tenaga trampil warga binaan dalam bentuk Kontrak Asimilasi Pihak ke III.
  • Pembekalan mental oleh Kadivpas Dephukham Kanwil DKi Jakarta bagi 18 orang Peserta Pelatihan Tukang Pemula telah kami lakukan pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2009 bersama-sama dengan 10 orang peserta pelatihan Tower Crane, hal ini kami lakukan terlebih dahulu, karena kami telah mengetahui secara informal informasi persetujuan kepala balai pertukangan atas pengajuan proposal yang telah kami berikan.


3. NARAPIDANA ASIMILASI pada PIHAK KE III ( PT. SARANA MULTI PERSADA, Developer & Real Estate )
  • Dengan dasar pertimbangan UU No.12 tahun 1995, Program BUTERPAS dalam rangka Peningkatan kerja dan Pemberdayaan Narapidana dan Surat Perintah Harian Ditjenpas No. E.KP.10.10-03, tanggal 18 Juli 2007, perihal : “ Menciptakan Lembaga Pemasyarakatan yang bersih, sindah dan sehat sebagai Lembaga Pendidikan dan Lembaga Produksi “.
  • Dengan melakukan program asimilasi pada pihak ke III, maka program pembinaan berupa pelatihan kerja berdasarkan kompetensi yang bersertifikat akan berjalan secara berkesinambungan, sehingga narapidana yang telah trampil dan bersertifikat dapat langsung bekerja pada pihak ke III yang telah melakukan kontrak dengan Lapas Narkotika Jakarta.

  • Mengikis stigma negatip narapidana dan Bentuk Community Based Treatment seperti ini memberikan kesempatan pada pihak ke III untuk berpartisipasi aktif mendukung program pembinaan bagi narapidana yang siap melakukan re-integrasi sosial, dan juga merupakan pembuktian yang nyata bahwa Lapas adalah sebagai lembaga Pendidikan dan Lembaga Produksi yang effektif.
  • Kontrak antara Lapas Narkotika Jakarta dan Pihak ke III akan segera ditanda tangani kedua belah pihak pada Hari Jumaat tgl 16 Oktober 2009 dan berlaku selama 3 ( tiga ) bulan.
  • Program ini merupakan aktivitas simultansi yang berkelanjutan dengan memperhatikan market yag tersedia dari pihak ke III saat ini, karena peluang yang diberikan oleh pihak ke III juga sangat terkait dengan waktu pelaksanaan pekerjaan ybs dengan para pembeli rumah/proyek yang akan dibangun dengan memberdayakan narapidana trampil Lapas Narkotika Jakarta.
  • Seleksi calon peserta dan Assesment Test dilakukan sesuai dengan urutan diatas, dan terseleksi secara bertahap sesuai kebutuhan peluang yang diberikan oleh Pihak ke III dengan selalu memperhatikan peraturan-peraturan tertulis yang berlaku di Lapas Narkotika Jakarta.

Demikian aktivitas peningkatan pelatihan dan pemberdayaan narapidana yang kami laksanakan di Lapas Narkotika Jakarta, kata Kalapas Narkotika Jakarta, Drs. IBNU CHULDUN, Bc.IP, SH, M.Si


Read More...

PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK dalam Hal Pelayanan Kunjungan Keluarga untuk Narapidana di Lapas Khusus Narkotika

04 Juli 2009

Ketentuan Kunjungan di Lapas Narkotika Jakarta




Read More...

ALUR TATA CARA KUNJUNGAN di Lapas Khusus Narkotika Jakarta

03 Juli 2009

Alur Tata Kunjungan di Lapas Narkotika Jakarta




Read More...

SERTIJAB dan PISAH SAMBUT Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Narkotika Jakarta

05 Mei 2009


Acara serah terima jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Narkotika Jakarta ini berlangsung sangat khidmat, dihadiri oleh Sekditjenpas, Kakanwil Dephukham DKI Jakarta, Jajaran KUPT di Jakarta dan rekan-2 pemasyarakatan dari Lapas Paledang Bogor, ( 4 Mei 2009 )

Prosesi dimulai oleh Pasukan Pedang Pora Lapas Narkotika Jakarta ( dimana PEDANG PORA merupakan suatu tradisi di Lapas Narkotika Jakarta, bahwa setiap terjadi pelepasan pejabat yang berprestasi di lapas Narkotika Jakarta, selalu diiring dengan penghargaan PEDANG PORA atas prestasi-2 beliau dengan melepas kepergian beliau mengemban amanah ketempat yang lebih tinggi ), dilanjutkan dengan urutan acara sbb : penyerahan PATAKA, penyerahan TONGKAT KOMANDO, salam komando antara kalapas lama dengan kalapas baru dan ditutup sambutan dan arahan dari Kakanwil Dephukham DKI-Jakarta.

Selesai acara Prosesi resmi, maka kedua mempelai diarak menuju GAZEBO PANGGUNG HIBURAN...., dimana para warga binaan telah menunggu kedatangan Bapak Joko dan Bapak Ibnu, mereka semua sangat menantikan sambutan dan arahan dari Bapak Joko yang telah memimpin dan membina para warga binaan selama 2 tahun 7 bulan dan juga dari penggantinya yaitu Bapak Ibnu Chuldun.

Walaupun situasinya adalah Panggung Gembira, nampak kesedihan dari sambutan dan wajah bapak joko yang telah mempunyai hubungan bhatin dengan warga binaan selama ini, tak lupa beliau meminta maaf atas kesalahan baik yg disengaja ataupun tidak, dan terima kasih yang iklas atas kerjasama yang baik selama ini baik pada jajaran petugas lapas ataupun kepada warga binaannya, beliau mengatakan : " Keberhasilan yang saya dapat ini, tidak lepas dari kerjasama semua pihak, baik dari jajaran petugas lapas maupun warga binaan, dan Mohon Doa restu agar dalam mengemban amanah tugas yang baru, saya diberikan kekuatan untuk melaksanakannya ".... Amin... Amin, SELAMAT JALAN PAK JOKO dan SUKSES BERTUGAS ditempat yang baru. ( team website, sempat melihat ada beberapa warga binaan yang berkaca-kaca mengeluarkan air mata )

SELAMAT DATANG PAK IBNU, sebagai Kalapas yang baru, beliaupun memberikan sambutannya dengan ber-api2, ( sebagai angkatan yang lebih muda dan nampak lebih energik ), " Sebagai yunior dari bapak Joko, dimana banyak keberhasilan yang telah didapat oleh Lapas Narkotika Jakarta,dibawah kepemimpinan beliau, maka saya disini berniat untuk mempertahankan apa-2 yang telah beliau lakukan disini dan apabila perlu meningkatkannya, tapi semua itu dapat kita capai bersama, kalau kita semua dapat bekerjasama secara positip, baik para petugas lapas maupun warga binaan pemasyarakatan. "

Dan tak lupa beliau sebagai rasa hormat kepada seniornya yaitu bapak Joko yang sekarang menjadi Kepala Lapas Klas I Palembang, mohon saran dan arahan apabila, saya mempunyai kesalahan nantinya didalam menjalankan tugas sebagai kalapas di Lapas Narkotika Jakarta ini.

Kerendahan hati dari Pak Ibnu inilah yang diharapkan dapat membawa angin segar bagi pelaksanaan sistim Pemasyarakatan yang tranparan dan profesionil... Amin Ya Robbal Alamin.

Maka acarapun dilanjutkan dengan panggung gembira yang dihadiri oleh Artis-Artis Ibukota Camelia Malik, Achmad Albar, Odie Agam dan lain-lainnya, ( yang memang secara khusus diundang oleh Bapak Ibnu ) untuk memberikan hiburan bagi warga binaan di Lapas Narkotika Jakarta.

Alhamdullilah.......Semua acara berjalan lancar s/d jam 16.30, dan agar semua tanda-tanda Alam ini dapat menjadikan kita semua bersemangat UNTUK MNEJADIKAN LAPAS NARKOTIKA JAKARTA sebagai Lembaga Pemasyarakatan yang Transparan dan lebih Profesionil dalam hal Peningkatan Pelayanan Publik, Kami petugas lapas narkotika jakarta siap dengan tangan terbuka menerima kepemimpinan bapak dan kami, warga binaan pemasyarakatan di Lapas Narkotika Jakarta, juga siap menerima arahan dan pembinaan yang akan dijalankan sehubungan dengan kepemimpinan Bapak.....

( team Website, AWD )




Read More...

SENAM PAGI RUTIN Kebersamaan Petugas dan Narapidana di Lapas Narkotika Jakarta

01 Mei 2009





Read More...

Peringatan HARI BHAKTI PEMASYARAKATAN ke 45 di Lapas Narkotika Jakarta

27 April 2009

file dalam PDF ( diambil dari sumber : http://www.ditjenpas.go.id/ )


Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-45








Read More...

Ada BARONGSAI di PENJARA, Perayaan Imlek 2009 di Lapas Narkotika Jakarta

27 Februari 2009





Read More...

Foto Pelatihan Ketrampilan produk Fibreglass KAYNA AROMATHERAPY

10 Desember 2008





Read More...

KAYNA AROMATHERAPY, Produk Unggulan BLK Lapas Narkotika Jakarta

02 Desember 2008

KAYNA AROMATHERAPY, adalah produk unggulan Balai Latihan Kerja Lapas Narkotika Jakarta, demikian sambutan Bpk. ABNER JOLANDO sebagai Kasi Kegiatan Kerja dalam penutupan pelatihan pembuatan produk-2 kayna fiberglass tanggal 2 Desember 2008.

Produk KAYNA AROMATHERAPI ini adalah suatu bukti atas keberhasilan program Pembinaan Kemandirian yang dilakukan oleh Seksi Kegiatan Kerja, dimana setelah mereka trampil dan mempunyai keahlian tertentu, merekapun dapat menciptakan suatu produk baru.

Kalapas Narkotika Jakarta, Bapak Joko dalam acara ini, men-"launching" penggunaan nama produk tersebut dengan nama " KAYNA ", yang artinya KARYA NARAPIDANA pada tanggal 2 desember 2008 dan juga meresmikan program baru dari seksi kegiatan kerja yang bernama BLK-LAKOTA PROFIT CENTER, Balai latihan kerja inilah yang telah melahirkan produk KAYNA yang diharapkan dapat menjadi profit center, sehingga keuntungan yang diperoleh dapat digunakan kembali untuk melanjutkan inovasi-inovasi baru bagi pengembangan produk-produk unggulan lainnya dan memberikan pelatihan ketrampilan bagi narapidana secara berkesinambungan.

Saya akan mengusulkan dan memperjuangkan ke Kanwil Depkumham DKI Jakarta, agar bagi para Narapidana yang trampil dan mempunyai keahlian tertentu dapat diberikan sertifikat keahlian, dengan syarat 3 bulan sebelum habis masa pidana-nya, narapidana yang dimaksud sudah harus mampu memberikan pelatihan lanjutan bagi narapidana lainnya yang belum bebas minimal 5 orang dan maksimal 10 orang.

Program Sertifikasi Narapidana ini disampaikan Kalapas, dengan tujuan agar para Narapidana trampil tersebut dapat mempunyai kepercayaan diri kembali setelah menjalani masa pidananya, didalam bermasyarakat kembali karena mempunyai sertifikat keahlian, dan selain daripada itu dengan adanya pelatihan kembali yang diberikan diantara para narapidana itu sendiri, akan tercipta suatu semangat kebersamaan yang positip dan terciptanya sumber daya manusia trampil yang berkesinambungan, sehingga kesinambungan atas produksi KAYNA juga tidak perlu terganggu.

Ini adalah awal dari pembuktian diri warga binaan pemasyarakatan, maka lanjutkan sampai dengan proses akhir produk KAYNA ini secara profesional sehingga mampu menjadi produk unggulan lapas narkotika jakarta dan bersaing dipasar ekspor, ini harapan Kalapas, bapak Joko dalam penutupan sambutannya yang disambut dengan tepukan gemuruh warga binaan pemasyarakatan yang sedang mengikuti pelatihan produk KAYNA di BLK- Lapas Narkotika Jakarta.

Seorang Napi pun berbisik lemah kepada redaksi, " DIDALAM KETERKUNGKUNGAN TELAH LAHIR dan TERCIPTA KAYNA AROMATHERAPY dari tangan-tangan trampil narapidana ".

Alhamdullilah..... selamat berjuang dan lanjutkan ide dasar ini menjadi suatu peluang karya pengabdian dati narapidana kepada bumi pertiwi.

( AWD, team website )

Klik ini, bila mau lihat lengkap brosur KAYNA AROMATHERAPY production

Read More...

Cindera mata untuk Kadiv Pemasyarakatan, Dinamika Kelompok, Rapat Internal Kesatuan Pengamanan pada Apel Bersama di Lapas Narkotika Jakarta

12 November 2008

Masih dalam rangkaian penting kegiatan APEL BERSAMA KESATUAN PENGAMANAN Lapas Narkotika Jakarta, yaitu dimulai dengan pemberian cindera mata dari Kalapas Narkotika Jakarta kepada Kadiv Pemasyakatan Kanwil Hukum Ham DKI Jakarta, sebagai bukti kesiapan tekad, bahwa kami siap menerima tugas dan tanggung jawab yang diembankan negara dan bangsa tanpa terkecuali, Maka simbol Foto SATU HATI, SATU TUJUAN, SATU KARYA DALAM PENGABDIAN pun diserahkan.

Kadiv Pas dalam sambutannya mengatakan, karena ini simbol ini menyatakan semangat dan tekad dari Lapas Narkotika Jakarta, maka saya akan selalu mengingatnya dan akan menggantung foto ini pada ruang kerja, dan kemudian beliau memamerkan dengan bangga cindera mata itu kepada semua jajaran Lapas Narkotika Jakarta, dengan tekad yang sama beliau mendukung semangat yang membara ini.

Acara selanjutnya adalah berupa penghargaan perorangan dan regu pengamanan, dimana penilaian atas penghargaan ini didasarkan atas beberapa kriteria, yaitu absensi maksimal baik perorangan maupun regu, pemberian penghargaan ini dimaksudkan sebagai “ reward ” dengan harapan agar dapat memacu antar regu atau perorangan untuk bersaing secara positip didalam melaksanakan tugas yang diembannya.

Kemudian untuk menguji kerjasama regu dan perorangan beberapa permainan dalam bentuk DINAMIKA KELOMPOK yang diberikan oleh Team Humania dari DitjenPAS, karena acara tersebut dikemas secara profesional oleh team dari DitjenPAS, sehingga setiap permainan akan dapat menilai watak, karakter dan sifat orang didalam melakukan kerjasama team dan atau watak seseorang didalam melaksanakan tugas yang diembannya.

Ada yang dengan tertawa terkesan meremehkan, ada yang serius sekali mendengarkan setiap instruksi, ada yang diam dan sulit diprediksi, apakah dia mengerti atau tidak akan tugas yang diberikan pimpinan, tetapi pada intinya dalam DINAMIKA KELOMPOK ini selain refreshing anggota kesatuan pengamanan Lapas Narkotika Jakarta, dapat juga menguji bagaimana seorang pimpinan dapat melihat kinerja anak buahnya/stafnya didalam melaksanakan tugas baik secara regu atau perorangan, sehingga seorang pimpinan tidak harus salah memilih atau salah menilai siapa-siapa yang mampu melaksanakan tugas secara totalitas, secara setengah hati dan juga secara acuh tak acuh.

Selesai DINAMIKA KELOMPOK, acara dilanjutkan dengan makan bersama nasi tumpeng, yang dibuka oleh KADIV PAS, dengan memotong tumpeng pertama dan kemudian diberikan kepada Kalapas Narkotika Jakarta, kemudian semua anggota kesatuan pengamanan ikut makan nasi tumpeng secara bersama-sama dan terkesan hangat dalam kebersamaan malam ini, maka selesailah urutan acara resmi Apel Bersama malam itu.

Tetapi belum selesai acara ini, bagi jajaran kesatuan Pengamanan Lapas Narkotika Jakarta, karena masih ada satu acara puncak internal yang ditunggu-2 adalah “ BRIEFING “ dari Ka KPLP kepada seluruh jajaran Kesatuan Pengamanan, Forum ini sangat dirasakan penting sekali, dimana Ka KPLP memaparkan rencana dan strategi kesatuan pengamanan Lapas Narkotika Jakarta, kemudian anggota dapat mengajukan saran, usulan atau pertanyaan, yang kemudian dapat dijawab oleh regu lain, staf atau Ka KPLP sendiri, dan setiap jawaban yang tidak mendapatkan sanggahan lagi, dianggap menjadi suatu kesepakatan bersama semua jajaran kesatuan pengamanan Lapas Narkotika Jakarta, didalam mengemban tugas dan amanah yang diberikan atau istilah kerennya…. TUPOKSI.

Tepat jam 22.30 WIB acara ditutup dengan foto bersama semua jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas Narkotika Jakarta.

Maka dengan selesainya acara malam ini, dapat berlanjut dalam aplikasi pelaksanaan semua program yang telah disepakati bersama dalam jiwa dan semangat SATU HATI, SATU TUJUAN, SATU KARYA dalam PENGABDIAN……

SALAM PEMASYARAKATAN…. ( team website,AWD )



Read More...

APEL BERSAMA Penyatuan VISI dan MISI Kesatuan Pengamanan Lapas Klas IIA Narkotika Jakarta

11 November 2008

Tanggal 10 Nopember 2008 jam 19.00, tepat masih dalam situasi Hari Pahlawan, kesatuan pengamanan Lapas Narkotika Jakarta ( KPLP ) mengadakan APEL BERSAMA, dengan motto dan semangat SATU HATI, SATU TUJUAN, SATU KARYA DALAM PENGABDIAN.

Dengan dipimpin oleh Bapak Heru Yuswanto. Amd,IP. Msi sebagai Kepala KPLP yang baru, acara dimulai dengan peningkatan disiplin ( baris berbaris ) dan kesiapan phisik ( lari bersama memutar lapangan Olahraga ), setelah itu persiapan resmi untuk gelar APEL AKBAR, sebagai komandan Upacara Ka KPLP dan Inspektur Upacara adalah Bapak H. Wibowo Joko Harjono, Bc.IP,SH, MM, Kalapas Narkotika Cipinang, nampak sekali cukup khidmat dan disiplin acara ini berlangsung, menun jukkan kesiapan jajaran kesatuan pengamanan untuk mengemban amanah tugas sebagai abdi negara, apalagi semua kepala seksi dan kasubsi hadir dalam acara ini, semua menggunakan seragam baru yang sama menunjukkan kesiapan semua jajaran siap bantu membantu/mendukung secara organisatoris sebagai abdi negara warga pemasyarakatan.

Setelah Pengarahan dari Inspektur Upacara, tentang peningkatan kesiapan jajaran Kesatuan Pengamanan untuk menghadapi hari besar Natal dan Tahun Baru, beliaupun meminta agar Apel bersama ini dijadikan tradisi minimal 3 bulanan, sebagai sarana refreshing dan instrospeksi diri pelaksanaan aktivitas pengamanan, sehingga tidak jenuh didalam pelaksanaan tugas rutin yang diembannya.

Acara selanjutnya adalah sambutan dari Kepala Divisi Pemasyarakatan ( KADIV PAS ) kanwil Depkumham DKI, Bapak Drs. Murdjianto Bc.IP, SH, MM, beliau sangat salut dan bangga atas acara Apel Bersama ini, karena dapat meningkatkan Kewaspadaan dan Kerja sama yang baik pada jajaran pengamanan dalam mengemban tugas pokoknya, untuk itu beliau berharap acara Apel bersama ini dapat ditiru atau diikuti oleh Unit Pelaksana Teknis yang lain ( UPT ), demikian beliau menutup sambutannya.

Acara ini bertambah sakral dengan pembacaan doa sebagai awal niat kebersamaan sesuai dengan motto dan semangat SATU HATI, SATU TUJUAN, SATU KARYA DALAM PENGABDIAN

Acara formalpun selesai dan dilanjutkan dalam episode informal yang masih merupakan rangkaian kegiatan apel akbar ini.

SELAMAT BERKARYA KESATUAN PENGAMANAN LAPAS NARKOTIKA JAKARTA dengan satu niat dan satu tujuan demi pengabdian kepada Negara dan Bangsa


SUKSES Selalu…… ( team website lapsustik, AWD )

( MAU LIHAT FOTO LENGKAP lihat dan Klik HALAMAN VIDEO FOTO LAKOTA )

Read More...

PENINGKATAN KAPASITAS PETUGAS PEMASYARAKATAN DALAM MENERAPKAN NILAI-2 HAK ASASI MANUSIA DI LAPAS

18 Oktober 2008

PENINGKATAN KAPASITAS PETUGAS PEMASYARAKATAN DALAM MENERAPKAN NILAI-2 HAK ASASI MANUSIA DI LAPAS, adalah tema dari Pelatihan HAM yang diadakan oleh DITJENPAS dan RWI Indonesia ( Raoul Wallenberg Institute ) dilapas narkotika jakarta pada tanggal 16-17 Oktober 2008.



Sebagai LSM besar yang telah malang melintang dalam bidang HAM dari negara swedia, RWI telah lama mengadakan pelatihan HAM di Indonesia, dimana ditenggarai bahwa pada Lembaga Pemasyarakatan sangat sering terjadi tindak kekerasan pada narapidana, maka RWI-Indonesia bekerjasama dengan Ditjenpas untuk melatih dan mengajarkan tentang HAM kepada Pejabat dan para Petugas LAPAS.

Pada Lapas-lapas di Indonesia dibuatkan 5 model lapas percontohan untuk sebagai tempat aplikasi pelaksanaan HAM pada Narapidana, dimana salah satu pilot projectnya adalah di Lapas Narkotika Jakarta. Setelah Pelatihan dilakukan kepada para Pejabat dan Petugas lapas beberapa waktu yang telah lalu, maka RWI memantau/memonitoring apakah benar bahwa pelatihan HAM yang telah diberikan dapat dilaksanakan di lapas yang dimaksud.

Lapas Narkotika Jakarta, dengan niat "walaupun kecil tapi kami harus berbuat, daripada kami tidak berbuat sama sekali", untuk itu dengan di komandani oleh Bapak Joko, sebagai Kalapas, bulan Juni 2007 dibentuklah POKJA HAM, dengan ketuanya Kasi ADKAM, wakil dan anggota-2nya terdiri dari Ka. KPLP, Kasi BINADIK, Kasi GIATJA, Kasubag Tata Usaha, para Kasubsi dan beberapa petugas pengamanan.

Dan pada awal 2008 dimulailah aplikasi perkuatan pelaksanaan HAM di lapas Narkotika Jakarta, dengan dilaksanakannya program-2 sbb :

1. Pembuatan KOTAK SUARA HAM, setiap Narapidana diberikan fasilitas menyampaikan keluhan, usul dan saran-2.

2. WARTEL 8 line, berkerjasama dengan Telkom Fleksi, sebagai sarana komunikasi antara narapidana dengan keluarga, yang diresmikan oleh Dirjen Pemasyarakatan

3. WEBSITE, sebagai sarana pendukung penyebaran informasi dan keterbukaan lapas didalam pelaksanaan program-2 pembinaan terhadap narapidana, agar pihak diluar tembok Lapaspun dapat mengetahui dan berkomunikasi lewat website.

4. TETAP KUAT, TANPA KEKERASAN, adalah motto Kesatuan Pengamanan Lapas Narkotika, dimana motto ini dideklarasi oleh Bapak Liliek Sujandi, yang pada saat itu masik menjabat sebagai KaKPLP Lapas Narkotika Jakarta ( saat ini telah menjadi Kalapas Lapas Merauke ), dimana pada saat itu diadakan APEL BERSAMA seluruh jajaran keamanan Lapas narkotika, bahwa didalam melakukan Tindakan Pengamanan untuk Narapidana, kita semua harus melakukan 2 pendekatan, yaitu Pengamanan STATIS dan Pengamanan DINAMIS, sehingga diharapkan semua jajaran pengamanan melakukan pendekatan/komunikasi dengan narapidana,dengan itu saluran komunikasi dapat terjalin dengan baik dan tidak tersumbat, dan pada akhirnya semua pihak dapat menghargai hak dan kewajiban setiap manusia, baik dia sebagai narapidana maupun dia sebagai petugas lapas.

5. PASAR MALAM dan LAYAR TANCAP, dengan berjalannya aplikasi pelaksanaan HAM pada program-2 sebelumnya, maka Narapidana diberikan penghargaan dengan memberikan SARANA HIBURAN pada Malam Hari, dimana semua narapidana dikeluarkan dari sel-2nya sejak jam 19.00 s/d jam 22.00, untuk menikmati hiburan nonton film, makan malam dari gerobak-2 makanan, berjoget ria dengan alunan musik dangdut. ( program ini akan ditindak lanjuti 1x dalam 2 bulan ).... semua acara dapat berjalan lancar, tidak terjadi kekacauan sama sekali, narapidana puas karena harkatnya dihargai, petugaspun puas tidak ada gangguan keamanan semua dapat berjalan tertib dan terkendali, bahkan acara ini telah dilakukan 2x pada bulan Juni dan terakhir bulan juli 2008, dilakukan sekaligus mengantar kepergian KaKplp, Lilik Sujandi mengemban tugas sebagai Kalapas Lp Merauke dan kedudukannya sekarang digantikan oleh Bapak Heru.



5 Program utama yang dijalankan dan program-2 lainnya inilah yang kemudian dipantau oleh RWI dan Ditjenpas, baik lewat website lapas, maupun interaksi langsung antara lapas narkotika dan RWI, sehingga kemudian diadakannya acara ini, dimana para pembicara/fasilitatornya adalah mereka-2 yang telah pernah menerima pelatihan HAM sebelumnya( Bapak Yandi dari DitjenPas, Ibu Sri Astiana dari Kanwil Depkumham DKI, Bapak Lilik Sujandi dari Lapas Merauke, Bapak Abner Jolando dan Bapak SP.Barus dari Lapas Narkotika Jakarta ) sebagai bentuk test case terhadap kemampuan pemahaman terhadap pelaksanaan HAM yang telah mereka lakukan selama ini dan akan menjadi pelajaran baru bagi para peserta latihan HAM lainnya, didalam menimba pelajaran dan pengalaman yang telah diberikan dari para fasilitatornya.

Semoga dengan kesadaran dan pemahaman yang tinggi tentang Hak Asasi Manusia, maka setiap orang siapapun dia, yang sadar akan harkatnya sebagai ciptaan TUHAN, selalu mempunyai 2 implikasi, yaitu HAK dan KEWAJIBAN sebagai MANUSIA dimanapun, kapanpun dan siapapun dia. ( Red.. EWD )

dan untuk melihat foto / video lengkap dapat klick : http://videolakota.blogspot.com/


Read More...